Mengaku Jomblo
|
Jujur ini saya cerita. Selama ini saya pacaran cuma enam kali.
Meski enam kali yang terakreditasi sebagai pacar cuma satu. Ya... yang
terakhir.
Anjayy akreditasi. Maksutnya apa tuh?
Maksutnya keseriusanya.
Ya gimana ya. Karena memang dari lima kali pacaran sebelumnya itu cuma main-main. Nggak ada perasaan yang bener-bener suka. Bocil aja pokoknya. Beda dengan yang terakhir. Bahkan yang terakhir ini hampir pacaran selama dua tahun. Hampir ya nggak sampai dua tahun kok.
Sama yang terakhir ini awalnya juga sama cuma main-main. Tapi nggak tau, entah keseringan
bareng tiba-tiba seneng sungguhan. Karena cantik? Ya itu pasti manusiawi kalo
aku lihat dari sisi kecantikan. Tapi kan ya pacar-pacar sebelumnya juga cantik. Serius cantik aku nggak bohong. Cantik semua pokoknya, cuma satu yang jelek, yang kedua (Semoga mantan nggak baca tulisan ini).
2015 menjadi tahun terakhir pacaran. Setelah itu nggak pernah lagi sampe sekarang.
Lama banget pokoknya aku nggak menikmati hangatnya pacaran. Sampai lupa gimana
sih pacaran itu.
Sampai saat ini pun belum kepikiran untuk berpacaran. Nggak tau kenapa.
Beberapa kali deket dengan cewek pun nggak aku tembak-tembak. Malah waktu SMK
dianggap sebagai manusia tukang baperin. Astaghfirllah, kalo sekarang mesti dianggap
tukang ghosting. Huahahaha.
Selain itu beberapa kali di tembak cewek pun juga nggak mau. Bayangkan,
aku cowok ditembak oleh seorang cewek. Gila nggak sih? Jarang-jarang fenomena seperti ini terjadi ke cowok.
Dari beberapa cewek yang nembak tersebut terakhir info yang saya
lihat dari timeline media sosial udah sold out. Nhah, kalo aku sempat pacaran
dengan mereka lak yo aku dadi barisan daripada sejarahnya. Untung ae aku nggak
mau. Hihihi.
Semasa kuliah ada dua cewek yang bener-bener aku suka. Yang
pertama saat maba kesemsem dengan kecantikanya. Pokok cantik powl di mataku. Dimulai
dari iseng-iseng komentar di kolom komentar di media sosialnya, trus minta nomor whatsapp-nya,
deket, deket, deket, vidio call-an, saling support terus gitu dalam
perkuliahan. Tapi ya gitu, nggak tak tembak-tembak. Karena nggak ada ikatan entah
bosen atau bagaimana, truss lepas kek teman biasa saja.
Lalu yang kedua ini menjelang saat mau jadi mahasiswa tua. Awalnya sih biasa-biasa saja. Cantik? Biasa saja, standart sih. Tapi, jujur saja, aku
kesemsem dengan sikap baik dan semangatnya. Ademmm pokoknya. Dari sikap baik itu sih
tiba-tiba suka aja. Tapi sama dengan sebelum-sebelumnya yang aku nggak ndang
segera ngetembak-tembak.
Huffttt... emang aku ini kurang gercep soal mendapatkan cewek.
Bicara jomblo itu soal pilihan. Nggak tau, aku merasa belum siap dan mau untuk pacaran
di waktu deket-deket ini. Gimana ya? mau sih kalo yang diajak pacaran bener-bener bisa
saling nunggu sampe siap. Gak nggugupi roba rabi. Biasanya cewek kan gitu, nggugupinan. Dikira penak kali ya.
Mau pacaran nanti kalo udah bener-bener mateng, dan dah siap nikah gitu. Takutnya kalo pacaran sekarang, karena kelamaan nunggu siap nikah “putus” tengah jalan. Ini mah ngecewain. Nggak suka aku yang kek gitu. Kalo pacaran satu, yaudah itu saja, nggak gonta ganti.


Komentar
Posting Komentar