Terlambat Jatuh Cinta
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Nyill...”
“Hai Nyill...”
Begitu penggalan chat bersama seseorang yang pernah gue
jatuh cintai. Nggak mau sebut nama, apalagi berbagi nama akun medsos dan nomor
whatsapp.nya, nggak, nggak akan gue bagikan ke kalian.
Motivasi menulis tulisan ini karena dia chating gue. Nemu
nomorku di grup whatsapp alumni sekolah katanya. Plus teringat dengan pertanyaan temen
gue beberapa bulan yang lalu. Ia bertanya pada gue, “Fur, lu pernah terlambat
jatuh cinta nggak?”
Yha... gue jawab pernah lhah, wong emang pernah. “Pernah.”
Gimana sih rasanya terlambat jatuh cinta.?
Sebelum gue jawab pertanyaan tersebut ingin sedikit cerita
historisnya.
Jadi gini, awalnya dia adalah siswa baru di sekolah SMK dulu. Dan karena
saat itu gue sedang menjabat sebagai wakil ketua OSIS, otomatis gue menjadi
bagian dari panitia orientasi sekolah.
Gue yang saat itu baru beberapa bulan patah hati merasa bodoh amat dengan yang namanya cinta. Sehingga, saat itu gue nggak mandang cewek
siapapun.
Saat didepan pseserta MOS terdapat salah dua cewek yang
ngumpet-ngumpet dibelakang temanya. Saat itu juga mikir, ngapain sih dia. ? ah,
bodoh amat.
..
..
Selang beberapa minggu kemudian gue dan cewek yang ngumpet’in diri
dibelakang temanya itu kenal dan dekat. Semakin hari semakin deket. Semakin deket, semakin deket, semakin
deket. Eh, ternyata dia suka sama gue. Dia ngomong gini ke gue, “Aku suka
Kakak. Dulu sewaktu MOS, sempet ngumpet-ngumpet lo saat dilihat Kakak.” Ah, hati tiba-tiba langsung makjleb. Tapi gue hanya senyum-senyum doang.
Semakin hari semakin deket. Karena saking deketnya ada panggilan
kesayangan untuk gue yaitu Kak “Unyil”, anjayyy.
Nggak mau kalah juga, gue ngasih panggilan kesayangan donk untuk
dia. Awalnya gue manggilnya sih Dek “Panda” karena dia suka boneka panda. Tapi,
untuk sekarang panggilan kesayangnya sama-sama “Unyil”, biar kopel gitu, wkwk.
Sampai dititik tersebut gue pun masih biasa saja sebenarnya. Meskipun mulai muncul aroma-aroma jatuh cintanya. Perasaan suka mulai bersemi bersama mekarnya kedekatan. Saking dekatnya, karena saat itu jaman alay, tukar sim card dan memori hp pernah juga dilakukan. Kalo nggak salah janjianya seminggu kali ya, lupa. Hohoho.
Dikartu memori yang gue bawa cukup banyak fotonya. Secara nggak
sengaja tiap hari kalo buka galeri foto ya ketemu wajahnya mulu. Udah bersih
(putih), manis, cantik, pinter lagi... siapa laki-laki yang nggak jatuh cinta
coba?
Pada saat itu juga secara nggak sengaja, si Ibu buka-buka hp gue, dan
galeri foto yang menjadi sasaran, “Siapa ini kak?,” tanyanya.
“Temen doank Buk.”
“Cantik ya.., orang mana kak?”
“Orang (Nama desa tempat tinggalnya)”
...
Sesudah waktu kontrak tukar menukar selesai. Gue dan dia pun beradik-kakak.an seperti biasanya. Berbulan-bulan gitu mulu... belum gue tembak-tembak. Dan ketika isi hati gue mulai reaktif untuk memuntahkan perasaanya melalui bibir, eh ternyata kok sudah keduluan orang lain. Dia sudah menjadi milik orang lain. Yhahh..... yha udah, nggak jadi jadian.
Meskipun gitu, nggak papa sih. Terpenting pasangan yang saat ini
bersamanya mampu menjaga dan membahagiakannya. Do’aku untuknya, terus langgeng
dan bahagia bersama pasanganya J
Stories Rabu, 5 Mei 2021.
Foto hanya pemanis ya :D


Komentar
Posting Komentar