Masa Depan, Apa Gunanya Agama ?
..............................................................................................................................................
Akhir-akhir ini saya itu kepikiran soal agama,
“Berguna nggak sih agama dimasa yang akan datang?.” Yaa... mungkin kawan-kawan saat
membaca tulisan ini langsung kaget. Kok bisa-bisanya punya pemikiran seperti
ini?.
Kawan-kawan mungkin juga tidak setuju saya menulis
soal ini. Tapi tidak apa-apa kawan. Saya hanya ingin mencurahkan isi hati saja
melalui tulisan. Kalau dari kawan-kawan tidak setuju dengan tulisan ini aku pun
siap dan senang jika langsung diajak diskusi. Diskusinya dengan diskusi yang
santai dan penuh senyuman pastinya. Tetapi kawan-kawan tolong membacanya sampai
selesai ya... jangan separuh separuh, plisss. Takutnya kawan-kawan salah paham
lalu ngamuk-ngamuk sendiri dan ngerasani
aku. Apalagi sampai-sampai aku dituduh menghina agama terus didemo jutaan
orang. Nggak kawan... aku nggak menghina, tapi aku sedang berfikir.
Jadi begini ceritanya kawan-kawan. Awalnya aku
membaca story whatsapp teman dari UIN Syarif Hidayatullah. Seingatku
begini, “Dijaman millenium 500 tahun lagi mungkin manusia akan meninggalkan
agama. Atau mungkin 300 tahun lagi, atau 150 tahun lagi. Hahaha, jika itu benar
kemungkinan kita tidak akan merasakan jaman itu (maksutnya mati). Tapi jika
dilihat sekarang, mungkin 50 tahun lagi agama sudah mulai ditinggalkan.” Begitu
kira-kira yang saya ingat.
Jika aku lihat ralitas sekarang, hak asasi dan
kemanusiaan itu lebih diutamakan dari pada agama atau ketuhanan. Hak asasi manusia
adalah hak yang melekat pada setiap diri manusia sejak ia masih didalam
kandungan. Adapun hak asasi yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan
oleh siapapun adalah hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan
pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak
untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan dihadapan hukum, dan hak untuk tidak
dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.
Kita mempunyai hak untuk dapat hidup secara bebas
kawan-kawan. Minum alkohol, seks (Cukup umur dan berdasarkan suka sama suka)
dan sebagainya yang katanya dilarang agama itu bisa kita lakukan berdasarkan
hak asasi. Tidak boleh ada seorang pun yang berhak melarang atau merengut
kebebasan kita. Jangan salah paham dulu. Yang dimaksud kebebasan disini adalah
kebebasan yang tidak merugikan orang lain. Jadi, kita boleh melakukan apapun
secara bebas tanpa merugikan orang lain. Seperti contoh diatas.
Bodoh amat apa agamanya yang penting hak asasi dan
kemanusiaan itu melekat pada setiap individu seseorang.
Mungkin tulisan saya ini terlalu sensitif untuk kawan-kawan yang pembaca. Maaf kawan, saya orang yang bodoh. Jika dari kawan-kawan ada bisa memberikan pencerahan, monggo bisa komen dikolom komentar. Atau yang sudah kenal saya, bisa japri whatsapp. Hehe, gitu ya... !!!
Singkat saja tulisan saya. Untuk knowledge mungkin kawan-kawan bisa membaca artikel yang ada di media BBC Indonesia dengan judul "Bagaimana Nasib Agama dimasa Depan." Kalau tidak ketemu ini saya bagai link tulisanya https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-50001545



Komentar
Posting Komentar