Menggugat Peribahasa “Merunduklah Kamu Seperti Padi”

Tanaman Padi (Foto: Google.com)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hallo kawa-kawan !!!

Kawan-kawan masih ingat nggak dengan peribahasa yang penulis jadikan judul diatas?. Pastinya, kawan-kawan nggak asing dengan peribahasa itu.

Biasa kita dengar dari guru-guru sewaktu masih sekolah di SD, SMP atau bahkan SMA. Ya, kebanyakan sih Bapak/Ibu guru ngomong gitu saat mengetahui ada muridnya yang radak songong, sok pinter dan sebagainya.

Aku ngomongnya kebanyakan, dalam artian pengalamanku ya. Hehe. Nggak usah langsung baper dan protes-protes kek mau ngajak debat orang-orang Senayan.

Aduhh, aku kok ngomongin guru ya, keknya aku men-justmen. Duhh, dosa nggak sih ngomongin guru?

Sik sik sik, tenang, menurutku nggak hanya guru sih. Teman-teman deket kita kadangkalanya juga sering ngomong gitu ke kita. Ngingetin kita untuk mempunyai sifat kek tanaman padi yang semakin berisi semakin merunduk. Hmmm. Termasuk kamu juga nggak sih ?

Jadi gini, aku tuh terkadang bingung dengan orang-orang yang selalu suka ngomong dengan peribahasa “Merunduklah kamu seperti padi”. Ini maksutnya apa, pikirku.

Iya, peribahasa tersebut emang bagus. Mengajarkan ke kita supaya bisa lebih merundukan diri meski kemampuan sudah kek dewa.  Tapi gini lhoh coyyy.... coba deh di teliti lagi kata-kata peribahasa ilmu padi itu.

“Merunduklah Kamu Seperti Padi” artinya tanaman padi tersebut akan merunduk ketika ia semakin lama semakin berisi. Bener nggak? Klo nggak ada isinya ya nggak mungkin merunduk toh, mana ada padi kek gitu, hehe.

Nhah, disini titik poinya.

Kita sebagai manusia yang disejajarkan dengan padi harus fair juga dalam penilainya. Padi dapat merunduk ketika isinya semakin banyak. Begitu pula manusia, ia bisa merunduk juga kalo berisi. Berisi disini bukan perut ya, tapi ilmu.

Ehhh... perut kalo berisi lebih kita juga merunduk, maksutnya gelempang alias tidur. Heheh.

Padi kalo belum berisi dan dipaksa merunduk akan patah batang kayunya. Begitu juga manusia, kalo belum berisi dan dipaksa untuk merunduk kekacauan pasti akan terjadi.  

Jadi... kalo belum berisi (berilmu) manusia tidak bisa kita paksa untuk bisa merunduk seperti padi ya. Belum berisi kok disuruh merunduk, kan aneh.e powl.

Gugatanku Cuma gini, “Manusia akan merunduk dengan sendirinya ketika ia sudah benar-benar penuh akan ilmu.”

Wess... gitu aja. Bye !!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer