Skrip Drama: "Kita Sama dengan Segala Perbedaan"
![]() |
| Wisuda Ma'had Al-Jami'ah IAIN Salatiga (Foto: iainsalatiga.ac.id) |
(Skrip ini digunakan untuk penampilan drama pelepasan santri Ma'had Al-Jami'ah IAIN Salatiga)
# Cerita ini menceritakan tentang kehidupan kami dimahad Al jamiah IAIN Salatiga. Dengan segala latar belakang yang berbeda tetapi tidak membuat kita terpecah belah. Karena perbedaan itu mampu membuat kami bersatu dan menjadikan kami sahabat dengan penuh kasih dan sayang.
Di Ma’had Al Jamiah sendiri mencerminkan kehidupan bangs Indonesia yang multikultur, keanekaragaman budaya, bahasa, dan karakter.
Step 1. (perkenalan)
Hudi : Perkenalan, Improfisasi dengan Bhs. Jawa.
Arif : perkenalan, Improvisasi dengan Bhs. Sunda.
Anwar : Perkenalan, Improvisasi dengan Bhs. Jatim.
Mulyadi : perkenalan ngapak, Improvisasi Bhs. Ngapak.
Saifur : Perkenalan Indonesia, Improvisasi dengan Bhs. Indonesia.
Bersama” : Inilah kami dengan segala perbedaan daerah dan bahasa tetapi tidak membuat kami
terpecah belah, inilah cerita kami.
Step 2 (Drama)
# Ini adalah awal cerita dimana kita akan berproses di Mahad Al jamiah IAIN Salatiga. (Ketika
pemain masuk diirngi lagu ayo mondok).
Muna: Assalamualikum wr wb mas
Iqom : Waalaikumsalam wr wb, ada yang bisa saya bantu
Muna : Apakah benar ini Mahad Al-Jamiah IAIN Salatiga?
Iqom : Iya benar ini. Ada apa ya?
Muna : Begini Mas, saya datang bersama teman saya ingin mendaftar menjadi santri disini
Iqom : Ohhh iya boleh sekali, silahkan isi formulir pendaftaran terlebih dahulu ya
Muna & Sandi : Ok Mas, terimakasih
(NB : Muna, sandi dan Iqom : Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari alur).
Muna & Sandi : Ok Mas, terimakasih
(NB : Muna, sandi dan Iqom : Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari alur).
#Setelah semua santri menulis formulir dan beberapa hari kemudian diumumkanya daftar santri yang telah lolos seleksi.
Telah lolos seleksi mereka langsung diarahkan menuju kamarnya masing-masing. Dan mereka menemukan teman-teman baru dari beberapa daerah di Indonesia.
Arif : Assalamualaikum, punten a, abdi dipiwarang lebet ka ieu kamar.
Hudi: Waalaikumsalam wr wb. Nggeh pripun mas panjenengan matur nopo?
Arif : haaaaa, nyarios naon sih?
Hudi : Panjenengan Matur Nopo?
Arif : Haaaaa…..
Hudi : udah gini aja mas, pakai bahasa Indonesia aja. Anda itu bicara apa?
Arif : Saya santri baru di suruh masuk kamar ini
Hudi : owh…. Silahkan mas.
# Lalu, Arif si santri dari sunda itu memasuki kamar bertemu dengan teman-temanya.\
Hudi: Waalaikumsalam wr wb. Nggeh pripun mas panjenengan matur nopo?
Arif : haaaaa, nyarios naon sih?
Hudi : Panjenengan Matur Nopo?
Arif : Haaaaa…..
Hudi : udah gini aja mas, pakai bahasa Indonesia aja. Anda itu bicara apa?
Arif : Saya santri baru di suruh masuk kamar ini
Hudi : owh…. Silahkan mas.
# Lalu, Arif si santri dari sunda itu memasuki kamar bertemu dengan teman-temanya.\
Arif : (Arif saat dipintu kamar) alhamdulillah abdi lebet di mahad aljamiah mugi-mugi abdi kenging elmu. (lalu masuk kamar, dia bertemu Anwar mahasiswa asal Jawa timur. Lalu dia bertanaya) kamar ieu eusina sabaraha urang kang?
Anwar : hahaha, koen iku ngomong opo rekk?
"Arif tersadar bahwa mahasantri disini, berasal dari berbagai daerah yang mempunyai ciri khas
bahasa tersendiri.
Arif : Kamar ini isinya berapa orang ya mas.
Anwar: Ohh… ada 4 orang mas, kalau kamu masuk disini jadi ada 5 orang.
Arif : Apakah dikamar ini isinya santri baru semua?
Anwar : Iya mas, sepertinya disini santri baru semua. Soalnya aku juga santri baru.
Arif : Wahhhhh, oke deh mas.
Hudi : Hahahahaha, buat santai aja mas kayak dipantai.
Anwar : Biarpun kita bebas tapi kita juga harus punya aturan jangan seenaknya sendiri
Hudi : Haha, kita itu sudah besar broo. Yo sakkarepku toh
Saifur : Ya gak gitu lah mas, yang namanya santri itu harus punya etika. Tunjukanlah bahwa
santri itu berakhlakul karimah
Anwar : Iya benar itu, kita harus menujukkan bahwa kita itu seorang santri
Hudi : Halah, sing penting kie urip isoh mangan cukk
Anwar : hahaha, koen iku ngomong opo rekk?
"Arif tersadar bahwa mahasantri disini, berasal dari berbagai daerah yang mempunyai ciri khas
bahasa tersendiri.
Arif : Kamar ini isinya berapa orang ya mas.
Anwar: Ohh… ada 4 orang mas, kalau kamu masuk disini jadi ada 5 orang.
Arif : Apakah dikamar ini isinya santri baru semua?
Anwar : Iya mas, sepertinya disini santri baru semua. Soalnya aku juga santri baru.
Arif : Wahhhhh, oke deh mas.
Hudi : Hahahahaha, buat santai aja mas kayak dipantai.
Anwar : Biarpun kita bebas tapi kita juga harus punya aturan jangan seenaknya sendiri
Hudi : Haha, kita itu sudah besar broo. Yo sakkarepku toh
Saifur : Ya gak gitu lah mas, yang namanya santri itu harus punya etika. Tunjukanlah bahwa
santri itu berakhlakul karimah
Anwar : Iya benar itu, kita harus menujukkan bahwa kita itu seorang santri
Hudi : Halah, sing penting kie urip isoh mangan cukk
Saifur : Sudahlah jangan berdebat, Kita harus bersatu dengan segala perbedaan karena kita adalah
santri Indonesia
Arif : Iya betul itu. Aku lagi laper nih. Bay due beli makan dimana ya?
Anwar : Ya nih aku juga lapar
Saifur : Yuk ikut aku ke warung deket lapangan.
All Santri: Yukkkkk cusssssss
Step 3 (Drama)
#Setelah itu ada seorang santri yang patah semangat untuk menjalani kehidupannya. Dia baru saja ditinggal oleh ayahnya pergi selamanya. Dia menangis dipojokan kamar dengan wajah yang melas.
santri Indonesia
Arif : Iya betul itu. Aku lagi laper nih. Bay due beli makan dimana ya?
Anwar : Ya nih aku juga lapar
Saifur : Yuk ikut aku ke warung deket lapangan.
All Santri: Yukkkkk cusssssss
Step 3 (Drama)
#Setelah itu ada seorang santri yang patah semangat untuk menjalani kehidupannya. Dia baru saja ditinggal oleh ayahnya pergi selamanya. Dia menangis dipojokan kamar dengan wajah yang melas.
Mulyadi : Ya alloh gusti inyong kangen karo bapane,bisane njenengn njukut bapane inyong cepet nemen,sebenere enyong butuh semangate bapane enyong ya alloh (di iringi nyanyi lagu
Ayah)
(Lalu khusni mendekati “iki ora narasi”)
Khusni : Lah hus…koen kenang apa ??
Mulyadi : Enyong kangen karo bapane pendah enyong semangat, lah saiki primen bapane ws
laka yh dadine kaya kye ra semangat enyonge
Khusni: lah emang bener Bapane koen genah ws laka ngomong bae ,tapi yh aja gara-gara kuwe koen dadi ora semangat oouh,koen kan nesih nduwe mane ,coba diileng mane koen perjuangan nggedekna koen ,ngrawat koen lan dongakna koen .apa iya koen pan kaya kuwe bae,ayolah berubah yaqin bapane koen ng kana yh melu senenge lah
Mulyadi :Lah terus enyong kudu primen yh ??
Khusni : Wes kaya kiye bae lah,koen saiki kudu dongakna bapane koen pendah tenang ng alam kana lan diterima daning gusti Allah, lan kaya apa carane koen kudu bisa gawe ibune koen seneng aja nganti ibune koen nangis ngileng koen kya kuwe ne koen putus asa cobalaah ngileng pengorbanan ibune koen,enyong byh mikir koen nduweni cita-cita kwe kudu dikejar pendah mane koen seneng ( Musik Ayah “Guz Azmi”)
Mulyadi : ohh, iya terimakasih atas motivasinya
# Lalu ada seorang pengurus yang lewat didepan kamarnya. Dia melihat ada santrinya yang menagis (sambil berjalan mendekati)
Wahyu : Ada apa ini?
Khusni : kuwe boch lagi galau mbeker kelangan bapane sg gawe kwe bch semangate laka dadine
Wahyu : Tolong Pakai Bhs. Indonesia ya mas
Khusni : hehe, iya mas. Gini mas dia sekarang lagi sedih, teringat ayahnya yang baru saja
meninggal
Wahyu : Sudah jangan sedih, aku sama sepertimu, ayahku juga telah tiada tapi aku berusaha untuk
membuatnya bangga disana (sembari memotivasi)
Mulyadi : Dengan cara apa mas?
Wahyu : Dengan cara menulis, ketika kita merasa sedih atau bahagia menulislah karena dengan
menulis kita mampu menuangkan isi hati kita. Dengan menulis kita juga mampu keliling dunia.
contohnya Mas Sabar dia mampu keluar negeri dengan sebongkah coretanya.
Mulyadi : Apa benar mas?
Wahyu : Iya benar
Khusni : Maka dari itu kita harus semangat
Wahyu : Betul itu, mari kita menulis untuk menciptakan dunia, don’t said impossible but I’m
Possible
Mulyadi : Okelah aku ingin menulis seperti mas sabar, ayoo menulis
All : lets create lets write
(NB: Mulyadi, Khusni dan Wahyu: Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari
alur)
Step 4 (Drama)
# setelah berhari-hari mahasantri menjalani rutinitas, mulai ngaji kitab, bimbel Bhs. Arab dan Inggris mereka lakukan dengan semangat bak Bung Karno berorasi. Namun dengan banyaknya
tipikal mahasantri terlihat ketika pengurus membangunkan tidur seluruh santri-santrinya.
(wahyu dan hamid naik panggung)
Wahyu : Med, semenjak aku hidup di Ma’had . Baru kali ini dapat santri yang sifatnya
gak kayak santri. Dibangunin susah, jama’ah ribet. Wess aku capek pokok.e
Hamed : Gimana toh yu? Yang santai, sallow nikmati aja. Siapa santri yang susah dibangunin tak
sikatte. Ngomongo.
Wahyu : Ah kamu itu med, kamu sendiri aja bangunya susah (Guyonan wahyu)
Hamed : hehehe, susah bangun itu saat lembur… banyak tugas kuliah rek. Aku kan pengurus
paling sibuk.
Wahyu : hallllahhh med, kamu orangnya sok sibuk. Udahlah nanti jangan lupa jadwal kita
bangunin mahasantri.
Hamed : Oke, gampang..
# Jarum jam menunjuk tepat pukul 03.00. Hamed dan Wahyu bersiap membangunkan mahasantri
untuk sholat tahajud.
Hamed dan wahyu : Ayoo ayo tangi, sholat” ojo turu ae…
(banyak tipikal mahasantri dan ada salah seorang mahasantri yang sulit bangun dan tiba”
berdebat dengan pengurus karena menggangu tidurnya)
membuatnya bangga disana (sembari memotivasi)
Mulyadi : Dengan cara apa mas?
Wahyu : Dengan cara menulis, ketika kita merasa sedih atau bahagia menulislah karena dengan
menulis kita mampu menuangkan isi hati kita. Dengan menulis kita juga mampu keliling dunia.
contohnya Mas Sabar dia mampu keluar negeri dengan sebongkah coretanya.
Mulyadi : Apa benar mas?
Wahyu : Iya benar
Khusni : Maka dari itu kita harus semangat
Wahyu : Betul itu, mari kita menulis untuk menciptakan dunia, don’t said impossible but I’m
Possible
Mulyadi : Okelah aku ingin menulis seperti mas sabar, ayoo menulis
All : lets create lets write
(NB: Mulyadi, Khusni dan Wahyu: Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari
alur)
Step 4 (Drama)
# setelah berhari-hari mahasantri menjalani rutinitas, mulai ngaji kitab, bimbel Bhs. Arab dan Inggris mereka lakukan dengan semangat bak Bung Karno berorasi. Namun dengan banyaknya
tipikal mahasantri terlihat ketika pengurus membangunkan tidur seluruh santri-santrinya.
(wahyu dan hamid naik panggung)
Wahyu : Med, semenjak aku hidup di Ma’had . Baru kali ini dapat santri yang sifatnya
gak kayak santri. Dibangunin susah, jama’ah ribet. Wess aku capek pokok.e
Hamed : Gimana toh yu? Yang santai, sallow nikmati aja. Siapa santri yang susah dibangunin tak
sikatte. Ngomongo.
Wahyu : Ah kamu itu med, kamu sendiri aja bangunya susah (Guyonan wahyu)
Hamed : hehehe, susah bangun itu saat lembur… banyak tugas kuliah rek. Aku kan pengurus
paling sibuk.
Wahyu : hallllahhh med, kamu orangnya sok sibuk. Udahlah nanti jangan lupa jadwal kita
bangunin mahasantri.
Hamed : Oke, gampang..
# Jarum jam menunjuk tepat pukul 03.00. Hamed dan Wahyu bersiap membangunkan mahasantri
untuk sholat tahajud.
Hamed dan wahyu : Ayoo ayo tangi, sholat” ojo turu ae…
(banyak tipikal mahasantri dan ada salah seorang mahasantri yang sulit bangun dan tiba”
berdebat dengan pengurus karena menggangu tidurnya)
Ismail : Maksute iki opo? Ngganggu wong turu..
Wahyu : Gini loo mas, sampean jadi santri disini itu harus taat pada perarturan, jangan
seenaknya sendiri.
Ismail : Iki urip”ku, yo sak penakku
Hamed : Leee lheee ngomong opo kuwe? Tak sikatt kene kwe enko.
Wahyu : Sabar mas, kita sebagai pengurus yang sabar (sambil mengelus dada hamed)
Ismail : Rungokno kuwi (dengan senangnya) hahahhaha
Wahyu : kalo gitu gini mas, sampean sekarang ndang bangun trus ditunggu teman-teman dimasjid
untuk sholat tahajud (sambil menuturi dengan pelan)
Wahyu : Sekarang kita pergi kemasjid dulu aja med. (wahyu dengan mengajak hamed ke-masjid)
Hamed : awasenn, sesok koen nek pancet ngunu. Tak DO teko ma’had (sambil menunjuk Ismail
kewajahnya)
Wahyu : Gini loo mas, sampean jadi santri disini itu harus taat pada perarturan, jangan
seenaknya sendiri.
Ismail : Iki urip”ku, yo sak penakku
Hamed : Leee lheee ngomong opo kuwe? Tak sikatt kene kwe enko.
Wahyu : Sabar mas, kita sebagai pengurus yang sabar (sambil mengelus dada hamed)
Ismail : Rungokno kuwi (dengan senangnya) hahahhaha
Wahyu : kalo gitu gini mas, sampean sekarang ndang bangun trus ditunggu teman-teman dimasjid
untuk sholat tahajud (sambil menuturi dengan pelan)
Wahyu : Sekarang kita pergi kemasjid dulu aja med. (wahyu dengan mengajak hamed ke-masjid)
Hamed : awasenn, sesok koen nek pancet ngunu. Tak DO teko ma’had (sambil menunjuk Ismail
kewajahnya)
Ismail: Halah halahhh huuuu
(NB: Wahyu, Hamed dan Ismail: Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari
alur)
alur)
Step 5 (Drama)
# Setelah sholat subuh para mahasantri menuju ke-aula untuk mengikuti bimbel kataba yang diajar langsung oleh Mas Amal Prihatin. Seperti biasanya sebelum kataba dimulai Mas Amal mengajak mahasantri untuk bermain game agar tetap focus dan tidak ngantuk. Dalam bimbel kataba tersebut terdapat mahasantri yang begitu semangatnya untuk mengikuti jejak’’ dari mas sabar. Setiap ada event selalu dia ikuti. Hingga suatu hari dia mengikuti lomba duta santri nasional.
Yudha : dududu….. buka instagram aaa. Wahh ini kayaknya ada event keren nih. (Pemelihan
Duta santri Nasional) wow keren, pengen ikut ah.
(Amal bermaiun HP, dan Kebetulan berjalan di depan yudha)
Yudha : heei, Mas amal.
Amal : Eh iya yud. Ada apa?
Yudha : Minggu depan aku privat dengan sampean boleh gak?
Amal : Boleh bangetz. Privat apa yud?
Yudha : Ajari cara-cara nulis yang baik dan bener gitu
Amal : Oww.. oooke. Emang mau ikut event apa yud?
Yudha : Ini nih mas. Aku baru lihat pamlet tentang duta santri di instgram. Aku pengen daftar.
Amal : Wahhh. Keren itu kamu harus daftar
Yudha : Hehe, wajib malahan. Bimbinganya ya mas.
Amal : Siappp
# Setelah sekian lama belajar bimbingan privat dengan Mas Amal dan menjalani seleksi yang sangat ketat. Yudha berhasil masuk finalis 10 besar duta santri nasional. Lalu ia menjalani karantina di kota Yogyakarta selama satu minggu.
Yudha : Alhammdulilah ya Allah aku juara satu duta santri nasional. Nggak sia” usahaku selama ini. Siang malam belajar demi cita-citaku. Terimakasih ya allah kau telah berikan aku juara (rasa haru yudha sembari memegang pialanya)
(Motivasi Yudha pada audiens)
Ayo teman-tman mari kita berkarya, meraih cita-cita untuk agama, nusa dan bangsa, tidak lupa pula
kedua orang tua yang merawat kita sejak kecil.
Ohh, yaa jangan lupakan Ma’had tercinta ini, karena disinilah injakan kaki pertama kita di kota kecil inspirasi pancasila. Kita datang dengan perbedaan karakter dan bahasa, dari Jawa timur, Jawa tengah, ngapak, sunda, Kalimantan dan sebagainya. Kita adalah satu, kita adalah saudara, kita adalah keluarga. Jika ini adalah perpisahan ini bukanlah perpisahan namun ini akan menambah rasa persaudaraan aku, kamu dan kita semua. Jangan tinggalkan ibadahmu sahabat, aku bangga mengenal kalian di ma’had al-jai’ah ini.
(NB: Yudha dan Amal : Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari alur)
kedua orang tua yang merawat kita sejak kecil.
Ohh, yaa jangan lupakan Ma’had tercinta ini, karena disinilah injakan kaki pertama kita di kota kecil inspirasi pancasila. Kita datang dengan perbedaan karakter dan bahasa, dari Jawa timur, Jawa tengah, ngapak, sunda, Kalimantan dan sebagainya. Kita adalah satu, kita adalah saudara, kita adalah keluarga. Jika ini adalah perpisahan ini bukanlah perpisahan namun ini akan menambah rasa persaudaraan aku, kamu dan kita semua. Jangan tinggalkan ibadahmu sahabat, aku bangga mengenal kalian di ma’had al-jai’ah ini.
(NB: Yudha dan Amal : Boleh mengimprovisasi cerita dengan syarat tidak keluar dari alur)
# Inilah cerita kehidupan kami dari awal hingga akhir di Mahad Al Jamiah IAIN Salatiga. Sungguh kami bahagia bisa berada disini, suka, duka, sedih dan tawa kita lewati bersama. Sukses selalu Ma'hadku, kita bangga mnjadi kluargamu.
Cerita selesai dan semua santri maju ke panggung untuk menyanyikan lagu yang berjudul "Semua tentang kita" dan "Terima kasih sahabat" (firdan membacakan puisi)



Komentar
Posting Komentar