Solusi Bijak Dibalik Terorisme

(Tulisan ini juga telah diposting dalam media qureta)
Ilustrasi Terorisme (Foto: Media Indonesia)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Terorisme, merupakan sebuah faham yang bertujuan untuk memberikan rasa takut pada masyarakat umum dengan cara kekerasan.

Terorisme sudah merupakan kejahatan yang bersifat internasional, dimana dampaknya dapat menimbulkan bahaya bagi keamanan dan perdamaian dunia.

Kesejahteraan masyarakat yang terus terkikis oleh adanya terorisme, sehingga perlu adanya pemberantasan secara berencana dan berkesinambungan, agar HAM (hak asasi manusia) setiap orang dapat dihormati, dilindungi dan dijunjung dengan selayaknya.

Serangan-serangan yang gencar dilakukan dalam kerumunan masyarakat umum, menyebabkan kerusakan yang dapat menimbulkan dampak negativ bagi keamanan dan perdamaian dunia.

Dapat dikatakan bahwa, terorisme adalah kejahatan luar biasa dalam membuat  ketakutan ditengah masyarakat yang dapat membahayakan bagi hak asasi manusia.

Gerakan teroris sebelum perang dunia II dilakukan dengan cara membunuh orang-orang yang berpengaruh, ataupun pejabat pemerintah. Hingga gerakan teroris yang dianggap paling efektiv yaitu dengan cara, strategi the philosophy of the bomb yang digunakan hingga sampai saat ini.

Teror dan terorisme dewasa ini telah tumbuh kembang dalam sengketa ideologi, fanatisme agama, perjuangan, dan pemberontakan oleh suatu kelompok.

Kata terorisme yang berasal dari bahasa prancis yaitu la terruer,  yang semula digunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil revolusi prancis yang menggunakan kekerasan secara brutal, dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah.

Namun saat ini, kata terorisme identik digunakan untuk menyebut agama islam. Dimana setiap adanya aksi terorisme, selalu disudutkan pada agama islam yang seolah-olah setiap teroris adalah seorang muslim.

Perkembangan terorisme sendiri sudah sejak berabad lamanya. berawal dari fanatisme kelompok aliran kepercayaan, yang berubah menjadi pembunuhan terhadap individu atau kelompok yang berada diluar aliran kepercayaanya.

Pembunuhan dan pengintimidasian individu atau kelompok masyarakat sipil dalam menciptakan rasa takut sudah menjadi lumrah bagi teroris. menghabisi nyawa orang lain dengan dalih  “memerangi musuh allah” atau yang biasa menamakan dirinya mujahidin, yang dipercaya mempunyai nilai pahala  besar.

Teroris lebih disudutkan pada agama islam, semua orang yang anti islam akan menyebutnya islam adalah agama teroris.

Pro dan kontra terkait islam adalah agama teroris. Menurut yang berpandangan pro mendukung, teroris adalah sebuah pergerakan dalam pengabdian diri yang dinamakan jihad fiy sabilillah. Namun, lain pula menurut yang berpandangan kontra, karena teroris bertolak belakang dengan ajaran islam baik dari segi makna, cara, tujuan dan sasaranya.

Terorisme di indonesia dilakukan oleh, merupakan teroris kelompok militan jemaah islamiah yang berhubungan langsung dengan al-qaeda atau kelompok yang mempunyai ideologi sama.

Di indonesia sendiri, terorisme sudah berkembang sangat pesat, dimulai pada tahun 1981 disebuah maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dimana lima sang pelaku teroris membajak dan menyamar menjadi penumpang maskapai. Dan masih ingat dalam fikiran saya, pada tahun 2016 terjadi ledakan dan baku tembak disekitar plaza sarinah, jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Hubungan Teroris Dan HAM

Menyandingkan teroris dan HAM (Hak Asasi Manusia) bisa jadi adalah sebuah paradoks. Pada satu sisi teroris adalah manusia yang telah melakukan sebuah kejahatan golongan berat, seperti menghabisi masyarakat sipil yang terkadang tak mengerti apa-apa dan membuat masyarakat merasa takut.

Teroris telah melanggar DUHAM (deklarasi universal tentang hak-hak asasi manusia) pada pasal-3 yaitu, setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu. Terdapat pula dalam konvenan internasional hak-hak sipil dan politik yang telah diterima oleh majelis umum PBB (perserikatan bangsa-bangsa)  pada tanggal 16 Desember 1966. Isi dari konvenan yang terkait dengan pelanggaran HAM yang disebabkan oleh tindakan terorisme yaitu hak atas hidup dan hukuman mati untuk kejahatan berat. 

PBB mencatat bahwa upaya-upaya dalam menanggulangi terorisme membawa ancaman bagi hak-hak asasi manusia. Dibeberapa negara seperti di prancis, india, amerika dan bahkan indonesia, dengan cara-cara tertentu dapat membawa dampak negatif terhadap perlindungan hak asasi manusia.

Banyak orang, lebih khususnya yang beragama islam dituduh melakukan tindakan terorisme, ditahan dan ditangkap tanpa memenuhi standart hukum yang fair. Penggunaan cara-cara ini jelas mengancam demokratisasi dalam penegakan HAM.

Serangkaian hak dan kebebasan yang terancam kehormatan dan upaya pemenuhanya dalam menanggulangi aksi terorisme adalah hak untuk hidup, bebas dari penyiksaan dan hukuman atau kekejaman yang tidak manusiawi, hak untuk bebas dari penahanan sewenang-wenangnya, hak kebebasan berfikir dan berkeyakinan dalam beragama. 

Dari sebuah studi yang dilakukan atas mandat sidang umum PBB, terlihat jelas pandangan semua negara terhadap upaya perlawanan terhadap teroris. Metode studi yang dilakukan melalui komunikasi tersebut, menggambarkan pandangan beberapa negara, Mulai dari yang menekankan pentingnya perlindungan hak-hak asasi manusia sesuai hukum internasional, sampai dengan yang mengakui perlunya restriksi terhadap kebebasan sipil dalam upaya melawan terorisme.

Harus ada keseimbangan antara perlindungan negara terhadap ancaman terorisme dan penghormatan yang menjamin hak asasi manusia.

Membangun Masyarakat Plural

Menurut Zuhairi Misrawi, jika demokrasi menjadi kediktatoran sebagai musuh bebuyutan, maka lawan dari moderasi adalah intoleransi dan ekstrimisme.  Karena itu, jalan terbaik yang harus dibangun dalam masyarakat yang plural, dengan cara merekonsiliasi antara demokrasi dan moderasi, demokrasi dan toleransi, untuk menggempur kediktatoran dan ektrimisme.

Demokrasi dan moderasi atau demokrasi dan toleransi ibarat dua mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan.  Satu sama lain saling menyempurnakan.  Bila salah satu di antara keduannya hilang, maka lenyap pula kekuatan yang dimilikinya. 

Demokrasi tanpa toleransi, akan tatanan politik yang otoritarianistik.  sedangkan toleransi tanpa demokrasi akan melahirkan pseudo-toleransi. Yaitu, toleransi yang rentan menimbulkan konflik-konflik komunal.  Oleh sebab itu, demokrasi dan toleransi harus terkait kelindan, baik dalam kelompok masyarakat maupun masyarakat sipil.

Maka dari itu, demokrasi dan toleransi perlu diciptakan ditengah-tengah masyarakat. Karena jika demokrasi dan toleransi berada pada lingkup masyarakat, teror dan terorisme tidak dapat berkembang dengan mudah.

Manusia hidup dengan sebuah keberagaman, perbedaan agama, suku, dan budaya. Dimana, hidup dalam lingkup yang plural itu, manusia mempunyai lebih pada intoleransi daripada toleransi yang dapat memicu gerakan extrem.

Indonesia yang mengambil langkah konsep akhir “Bhineka Tunggal Ika” dan “Pancasila” harus tetap diperjuangkan dalam satu wadah yang bernama NKRI. Bertekad membangun dari perbedaan agama, suku dan budaya.

Semua nilai-nilai itu dapat ditanamkan mulai sejak dini pada kaula muda, generasi atau pewaris bangsa.
Banyak orang mengatakan, anak usia dini adalah generasi emas untuk masa depan sebuah bangsa. Sebuah masa-masa keemasan yang tidak bisa terulang kembali selama hidup dunia.

Umur yang masih belia, sangat efektif untuk ditanami beragam pendidikan yang berkarakter. Peran strategis pendidikan anak usia dini sebagai Pendidikan pertama dan utama hendaknya memuat pengembangan potensi diri dan kreativitas anak. 

Apabila sedini mungkin anak sudah diperhatikan, selanjutnya akan mudah mengarahkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya. Pendidikan dari siapa dan dimana saja dapat membentuk karakter dan kepribadian, psikis dan emosional seseorang.

Faktor yang mewarnai kepribadian seseorang juga didapat  dari teman, sekolah dan lingkungan hidup. Maka nilai kesadaran dalam nilai kejujuran, kehormatan dan keberagaman adalah manifestasi nilai-nilai pendidikan toleransi.

Komentar

Postingan Populer