Betoleransi untuk Bhineka Tunggal Ika
(Tulisan ini juga telah diposting dalam media qureta)
| Memandu Jalanya Diskusi Lintas Iman oleh Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora (Foto: Youtube Bambang Noorsena) |
Toleransi dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai,
membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan,
kebiasaan, kelakuan dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan
dengan pendirian sendiri. Dalam sendiri toleransi mempunyai arti ikhtimal dan tasamuh yaitu sikap membiarkan, lapang dada (samuha-yasmuhu-samhan, wasimaahan, wasamaahatan, artinya: murah hati, suka berdema) jadi toleransi (tasamuh) beragama adalah menghargai dengan sabar , menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain.
Indonesia
dengan kultur yang beragam mempunyai banyak agama, suku, dan budaya.
Perbedaan itulah yang menjadi nilai tersendiri bagi Indonesia. Indonesia
sangat beruntung, dengan beragam perbedaanpun semangat persatuan
berhasil mengusir penjajah, Namun kenyataanya pada akhir akhir ini rasa
persatuan itu mulai goyah dengan sebab berkurangnya rasa toleransi umat
beragama, Dimulai dari perang Sampit hingga kasus penodaan agama yang
dilakukan ahok hingga. Ini sangat mencemaskan bagi persatuan dan
kesatuan bangsa, Generasi yang lupa akan sejarah, tak mengerti jika
berdirinya Indonesia ini di atas perbedaan, Kebutaan mereka tentang
sejarah membuat kacau tatanan negara yang telah diperjuangkan dengan
menghabiskan darah dan nyawa. Pancasila sebagai dasar negarapun tak
lebih seperti boneka belaka yang tak bernyawa.
Dalam
kutipan Ahmad Wahib ia mengemukakan,"Kita kaum intelektual harus
senantiasa berhati-hati dalam menjaga sikap dasar kita yaitu: posteriori dan single standard”(Pergolakan
Pemikiran Islam, I:27). Selain hal diatas, beliau juga mengemukakan,
“Ketajaman kritik kita terhadap umat berhubung dengan general attitude-nya, jangan sampai menjerumuskan kita pada sikap apriori salah dalam menghadapi suatu masalah, sebagaimana kita juga menjauhkan diri dari sikap apriori membenarkan mereka. Kita juga harus benar-benar bisa menjauhkan diri dari nilai ganda (double standard), nilai ganda yang memihak umat Islam ataupun nilai ganda yang memihak bukan Islam.
Toleransi
sangatlah berarti bagi Indonesia yang beragam agama, suku dan budaya.
Dengan adanya toleransi rasa aman nyaman pun dapat tercapai dalam
kehidupan bermasyarakat saling menghargai dan menghormati perbedaan dan
tetap mengeratkan tali silaturahmi. Dengan Memahami arti dan makna
toleransi, maka kehidupan masyarakat dalam perbedaan dapat dicapai
dengan baik.
Dengan bertoleransi kita
akan mendapatkan banyak manfaat seperti menjaga persatuan, menghindari
perpecahan dan meningkatkan persaudaraan, Toleransi pun juga sesuai
pancasila sebagai dasar negara Indonesia, sehingga toleransi wajib
adanya untuk dijalankan. Toleransi di nusantara sendiri berawal dari
kesadaran pemuda, waktu itu pemuda yang belum mengenal arti kata negara
Indonesia berkumpul untuk mempersatukan keberagaman dengan melakukan
ikraryang dilaksanakan pada tanggal 28 Ocktober1928 di Jakarta.
Toleransi
di Indonesia yang sudah mulai pudar seeloknya dapat mencontoh dari kota
Salatiga atau Lamongan yang mempunyai keberagaman dan hidup
berdampingan secara aman dan damai. generasi muda yang mudah terdoktrin
atau generasi muda yang mudah terprovokasi oleh berita berita hoax yang
terpampang di media sosial, Semua itu menjadi sebuah permasalahan
tersendiri bagi kehidupan umat beragama dan bernegara. Memperbaiki
generasi muda agar kritis, tanggap dan mengerti arti dan makna
toleransi. Pemuda sebagai penerus masa depan bangsa adalah peluru atau
ujung tombak untuk menciptakan rasa damai pada persatuan didalam
keberagaman.


Komentar
Posting Komentar