Pemuda dan Indonesia di Masa Depan
(Tulisan ini juga telah diposting dalam media qureta)
![]() |
| Diskusi Komunitas Pemuda Bojonegoro Berintegritas Bersama Galang Ksatria Bella, Mahasiswa Unair Surabaya dan Charis Firdaus, Mahasiswa Universitas Indonesia (Foto: Humas Komunitas) |
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah 72 tahun kemerdekaan,
negeri yang kita cintai ini sepertinya belum pada fondasi apa yang
dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Berbagai peristiwa pasang-surut
yang menimpa pada bangsa ini, semua adalah sebuah proses untuk menjadi
bangsa yang besar dan sejahtera, lembaran hitam putih yang tecatat dalam
sejarah seakan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Terus bagaimana
keadaan bangsa yang telah bediri selama 72 tahun ini?
Kita
selalu mendengar bahwa Indonesia itu negara yang mempunyai sumber daya
alam yang melimpah, masyarakatnya yang santun dalam beretika, dan masih
banyak lagi kata-kata indah yang diberikan pada negeri ini. Sesuaikah
kata-kata indah itu diberikan untuk bangsa ini?
Garis
kemiskinan masih tinggi di negeri ini, pendidikan yang sangat mahal,
pengangguran semakin bertambah dari tahun ke tahun yang disebabkan tidak
seimbangnya antara jumlah penduduk dan lowongan kerja. Korupsi seakan
menjadi hobi yang sangat sayang jika ditinggalkan oleh penguasa.
Krisis
pada tahun 1998 adalah sejarah kelam yang pernah dialami Indonesia, di
mana masalah menghinggap di tubuh negeri ini. Stok utang luar negeri
swasta yang sangat besar menyebabkan ketidakstabilan perekonomian
Indonesia, lemahnya sistem bank indonesia masa itu, dan tidak jelasnya
arah perubahan politik.
Faktor utama
yang menyebabkan krisis moneter tahun 1998, yaitu faktor politik. Pada
tahun 1998, krisis ekonomi bercampur kepanikan politik luar biasa saat
rezim Soeharto hendak tumbang. Begitu sulitnya merobohkan penguasaan
rezim Soeharto, sehingga harus disertai pengorbanan besar berupa
kekacauan yang mengakibatkan pemilik modal dan investor kabur dari
Indonesia.
Pelarian modal besar-besaran
(flight for safety) karena kepanikan politik ini praktis lebih dahsyat
dari pada pelarian modal yang dipicu oleh pertimbangan ekonomi semata
(flight for quality). Karena itu, rupiah merosot amat drastis dari level
semula Rp 2.300 per dollar AS (pertengahan 1997) menjadi level terburuk
Rp 17.000 per dollar AS (Januari 1998).
B.J.
Habibi naik menggantikan rezim soeharto yang megundurkan diri. Habibi
presiden pertama reformasi yang langsung menghadapi krisis ekonomi yang
sangat parah warisan rezim soeharto. Keadaan negara yang terpuruk
otomatis menyebabkan turunnya kesejahteraan rakyat. Langkah-langkah pak
Habibi adalah berusaha untuk mengatasi krisis ekonomi dan menjalankan
pemerintahan.
Pada tahun 1999,
perekonomian negara mulai membaik dengan kebijakan merekapitulais
perbankan, menerapkan independensi, melikuidasi bank yang bermasalah dan
sebagainya. Keberhasilan itu tak lepas dari kerja keras Bpk. Presiden
dan semua para kabinetnya.
Pada zaman
itu, semua berhak menyuarakan pendapatnya di muka umum. Bpk. Habibi
membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapatnya, baik
dalam ruangan ataupun ketika berdemonstransi, yang diatur dalam UU No.9
tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
Hingga
saat ini, bangsa Indonesia masih mengalami masalah seperti konflik,
intoleran, tawuran, penggunaan narkoba. Keadaan ini jauh dari apa yang
dicita-citakan pejuang bangsa. Sudah enam kali berganti pemimpin, namun
semua itu belum memberikan kesejahteraan untuk rakyat.
11
partai politik sudah mendaftar untuk pemilu 2019, Pemilu 2019 adalah
momentum untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang hilang, berharap
pemimpin yang benar-benar tegas menghadapi penjajahan global,
mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan progam yang
dapat meningkatkan sektor ekonomi, politik dan sosial.
Kami
sebagai bagian dari pemuda generasi penerus bangsa. Pemuda memiliki
potensi yang dibutuhkan bangsa ini untuk menjadi lebih baik dalam segala
hal karena pemuda adalah sumber semangat, mimpi, harapan, dan senjata
yang paling ampuh untuk mengubah Indonesia, negara yang memiliki banyak
kekayaan.
Indonesia merupakan negara
besar, negara yang memiliki segudang kekayaan sumber daya alam
tersendiri yang tidak dimiliki negara lain di dunia ini. Keunikan dan
keanekaragaman budaya yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke
adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya.
Saat
ini Indonesia berada di tengah era reformasi, ditandai dengan beberapa
fenomena yang mengemuka. Banyak permasalahan yang muncul pada negara
ini, di antaranya permasalahan di bidang politik, hukum, ekonomi,
pendididikan, dan lain sebagainya.
Menganalisa
lebih jauh permasalahan di bidang politik, yaitu terkait dengan
kepemimpinan. Kita merasakan kepemimpinan secara nasional belum
sepenuhnya efektif dalam mengejar ketertinggalan dan mempercepat laju
pembangunan. Belum lagi perilaku para penguasa yang tidak empati dan
jauh dari simpati.
Korupsi yang masih
membudaya di era ini, nasib negeri ini masih buram untuk ke dapannya
jika budaya korupsi tak bisa lepas dari bangsa Indonesia.
Dalam
bidang ekonomi, kondisinya belum pulih. Tingkat pengangguran tinggi,
daya saing cenderung melemah, pertumbuhan ekonomi cenderung lambat, dan
kita masih banyak menemukan kemiskinan dan pengagguran yang terus
bertambah. Betapa malangnya nasib ini, di sisi lain mereka sibuk mencari
kekuasaan.
Indonesia memang telah
merdeka, tidak untuk warga miskin, tidak untuk buruh dan tidak untuk
mereka yang masih jauh dari kata sejahtera. Wajah Indonesia memang
sedang tergores persoalan kemiskinan, korupsi, pengangguran, serta
sejumlah tumpukan masalah bangsa yang belum terselesaikan. Tetapi hal
itu tidak membuat kita semua putus asa dalam menatap masa depan bangsa
ini.
Semua masalah itu bukan menjadi
alasan bagi para pemuda untuk berhenti dan pesimis memandang masa depan.
Kita harus sadar bahwa setiap masalah yang muncul terdapat solusi untuk
memecahkannya. Semua tergantung usaha dan kerja keras.
Bangsa
yang subur dan makmur, bangsa yang dapat memberi harapan besar dan
mewujudkan mimpi para pendiri bangsa, bangsa yang para pemimpinnya
benar-benar orang arif dan bijaksana, yang dapat dijadikan contoh bagi
putra-putri bangsa, serta selalu memihak dan memikirkan nasib rakyatnya.
Saat
masyarakat mampu mandiri dalam semua sendi kehidupan, saat tidak ada
kemiskinan yang terjadi di Indonesia, saat masyarakatnya bermoral dan
menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan. Tentu cita-cita dan masadepan
bangsa ini terletak di tangan pemuda.
Mewujudkan
mimpi Indonesia sejatinya perlu dipersiapkan sejak sekarang. Untuk itu,
diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas yang baik. Sebab
Indonesia di masa depan sangat membutuhkan anak muda yang berkualitas
dan integritas tinggi.
Di masa depan
jelas memerlukan generasi muda yang profesional dan menguasai ilmu
pengetahuan secara mendalam untuk memenangkan kompetisi sekaligus
mewujudkan mimpi Indonesia. Bangsa ini sedang menanti bangkitnya
anak-anak muda untuk mulai mewujudkan mimpi Indonesia di masa depan.
Oleh karena itu, pastikanlah setiap langkah yang kita lakukan itu tidak
hanya memberi dampak pada diri sendiri, melainkan berdampak pada
Indonesia juga



Komentar
Posting Komentar